Waspadai Penyebaran Hoaks Video Lama Pasca Pilkada Malut

Photo of author

By Adi Syafitrah

KBRN,Ternate: Pasca Pilkada Maluku Utara, beredar kembali video lama yang didaur ulang dengan narasi baru untuk memancing emosi masyarakat. Penyebaran hoaks seperti ini sering digunakan untuk memecah belah atau menciptakan ketidakpercayaan terhadap hasil pemilu.

Fakta:

Video Lama dengan Narasi Baru

Salah satu video yang viral setelah Pilkada di Maluku Utara ternyata merupakan rekaman lama yang diunggah ulang dengan narasi atau konteks yang berbeda dari kejadian aslinya. Contohnya adalah video demonstrasi yang viral di media sosial Facebook pasca Pilkada di Maluku Utara, disertai narasi “Hati-hati ya semua yang lagi beraktivitas di jalan.” Video ini memicu berbagai reaksi dan komentar dari warga di kolom komentar.

Video tersebut sengaja disebarkan dengan narasi baru seolah-olah kejadian itu baru saja terjadi. Padahal, video tersebut merupakan rekaman lama dari aksi Omnibus Law pada 8 Oktober 2020.

Manipulasi Emosi

Penyebaran video seperti ini sering dirancang untuk memanfaatkan emosi masyarakat, seperti kemarahan atau kekecewaan, tanpa memberikan informasi yang benar.

Konfirmasi Fakta

Sebelum mempercayai dan membagikan konten tersebut, penting untuk memverifikasi fakta melalui sumber-sumber terpercaya. Periksa tanggal kejadian, lokasi, dan sumber asli video.

Langkah Pencegahan

Kenali Pola Hoaks

Jika video terlihat tidak relevan dengan kondisi terkini atau memiliki kualitas rekaman yang buruk, waspadai kemungkinan bahwa itu adalah rekaman lama. Hoaks biasanya disebarkan tanpa sumber informasi yang jelas.

Cari Informasi Resmi

Selalu cek pemberitaan di media kredibel atau melalui kanal resmi pemerintah daerah untuk memastikan keabsahan informasi.

Jangan Langsung Sebar

Hindari menyebarkan video yang belum terverifikasi. Bagikan pesan positif yang mendukung persatuan dan stabilitas.

Lapor Konten Menyesatkan

Jika menemukan konten yang terindikasi hoaks, laporkan ke platform media sosial atau otoritas yang berwenang, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kesimpulan:

Penyebaran hoaks video lama adalah strategi yang sering digunakan untuk menciptakan keresahan. Dengan tetap kritis dan waspada, kita bisa bersama-sama melawan informasi palsu dan menjaga harmoni masyarakat pasca Pilkada Maluku Utara.

Tinggalkan komentar